INFO
  • MUSRENBANG RKPD TAHUN 2018 AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 20 DAN 21 MARET 2017
  • Informasi, masukan, komentar atas penyusunan dokumen perencanaan dapat disampaikan melalui twitter @bappedasemarang

ANALISIS PEMANFAAT MEDIA SOSIAL DALAM MENGEKSPLORASI POTENSI LOKAL WILAYAH KOTA SEMARANG (Studi Eksplorasi pada Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang)

access_time11:16 - 06/04/2017 personBappeda Kota Semarang folder_open Berita, Jurnal RIPTEK, Penelitian, Kota Semarang, Litbang-Monev

Cermin pemanfaatan media sosial saat ini cenderung menyeramkan, seperti pedang bermata dua. Media sosial (medsos) itu memudahkan sekaligus menyulitkan, membahagiakan juga menyengsarakan. Terlepas dari satu sisi wajah seram penggunaannya seperti konten pornografi dan radikalisme yang tak terbendung, sebaran opini publik oleh kelompok yang hiperaktif dan penuh kepentingan, cacian dan fitnah. Dari kajian review sisi positif medsos yang berkembang di masyarakat. Pertanyaan peneliti didasari dari suatu konsep komunikasi yang efektif, bahwa bahwa komunikasi seharusnya dapat menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh terhadap sikap, hubungan yang makin baik dari tindakan. maka timbulah pertanyaan, yaitu bagaimana peran medsos dalam mengungkap potensi lokal suatu wilayah di perkotaan ataupun di pedesaan ? Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah pengkajian peran medsos mendalam terhadap data monografi suatu daerah di Kota Semarang, yaitu studi kasus monografi Kelurahan Meteseh. Hasil kajian memberikan gambaran data struktur organisasi pemerintahan dan ragam dukuh yang dimiliki serta jumlah penduduk. Di Kelurahan Meteseh didapatkan potensi pelayanan optimal penyampaian program aparatur terhadap warga dengan perbandingan 1: 50 orang atau 1: 10 KK, bilamana setiap aparatur daerah tersebut dari tingkat lurah hingga RT menggunakan fasilitas medsos dalam penyampaian programnya. Kedua, terdapat 3 kelompok karakter pengguna. Pertama, karakter pengguna medsos didominasi kelompok agama islam sebanyak 90%. Kedua, karakter pengguna berdasarkan kelompok umur, 48% pengguna kalangan dewasa dan 33% pengguna anak-anak dan ketiga, karakter pengguna berdasarkan matapencaharian didominasi petani (33%). Hubungan ketiga karakter tersebut akhirnya berpotensi terhadap ragam terbentuknya bisnis online, yaitu bisnis online bernuansa agama islam, bisnis online bernuansa pada sektor pertanian dan bisnis online seputar kebutuhan anak-anak dan dewasa.Selanjutnya Download disini ---->/packages/upload/kcfinder/upload/files/8.%20RIPTEK-MEDIA%20SOSIAL-oleh%20Sinung.pdf


Sumber : Analisa Pemanfaat Media Sosial dalam Mengeksplorasi Potensi Lokal Wilayah Kota Semarang (Sinung Utami H.H)